Abstrak |
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh mekanisme good corporate governance dan financial distress terhadap mananjemen laba. Mekanisme good corporate governance diukur dengan kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, komisaris independen, dan komite audit. Sedangkan financial distress diukur menggunakan model Springate. Pengukuran manajemen laba dalam penelitian ini menggunakan dua model yaitu model De Angelo dan model Jones dimodifikasi. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan jasa sektor infrasturktur, utilitas, dan transportasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2014-2018. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Sampel terpilih sebanyak 21 perusahaan. Model analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, komisaris independen, komite audit berpengaruh positif tidak signifikan, dan financial distress berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap manajemen laba model De Angelo. Sedangkan kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, komisaris independen, komite audit berpengaruh negatif signifikan, dan financial distress berpengaruh positif signifikan terhadap manajemen laba model Jones dimodifikasi. Berdasarkan hasil penelitian maka model Jones dimodifikasi merupakan model perhitungan manajemen laba yang lebih baik dibandingkan model De Angelo.
Kata Kunci : Kepemilikan Institusional, Kepemilikan Manajerial, Komisaris Independen, Komite Audit, Financial Distress, Manajemen Laba.
|